Masa Lalu

Continue reading

Advertisements

Elska

Bukan tak suka, lebih tepatnya menerka
Benerkah kau yang aku cinta?

Setahun lalu, saat kau dan aku duduk berdua serta hujan berdatangan
Kerumunan orang berteduh di sekeliling, semua tersenyum melihat kita
Sama dengan ku, tersenyum melihat kau, cinta
Setiap kata yang kau ucap membuat ku yakin, bahwa apa yang kurasa bukan hanya pura – pura
Ketika tangan mu menggenggam, aku semakin percaya bahwa cinta memang membuatku bahagia

Kini semua terlihat sirna, tertelan lubang hitam di dimensi yang berbeda
Bukan lagi tawa, namun air mata yang sekarang ada
Sitaksis yang kudapat tidak lagi sesuai dengan aturannya
Setiap kalimat yang terungkap hanyalah emosi yang bercampur duka
Dewasa, itu yang kau tinggalkan
Dan air mata, sesuatu yang kau sisakan

Cinta itu bahagia, bukan sebelah mata namun sesuci tangisan bayi yang baru keluar dari rahim ibunya
Sulit ku ungkap, karena semua telah terlambat
Ku ucap selalu namamu dalam setiap doaku
Agar Tuhan semakin mengerti, jikalau benar cinta ku ini abadi

4/2 Dalam Kurung 1

Langkah membuat tanda,
sama pula dengan kepergianmu yang meninggalkan kenangan
Terlihat bayang jejak yang semakin kecil
Juga luka semakin hitam dengan katrol yang dipenuhi karatan

Meninggalkan aku sendiri dalam kerumuman orang yang seakan tak ku kenal
Dingin, itu yang aku rasakan
Senyuman, itu yang aku nantikan
Setiap malam…
Setiap menit hingga aku larut dalam tidurku

Dan saat fajar datang dengan teriknya
Ketika itu pula, hippocampus dalam otak menjalankan fungsinya
Membendung kenangan jangka panjang tentang dirimu,
tentang kita..
Lacrima yang terproses kian cepatnya, namun tak dapat terlihat dengan kasat mata
Emosi semakin membara dengan panas yang luar biasa hebatnya,
layaknya lahar yang sudah tak dapat tertampung lagi dalam perut bumi

Bayang hitam kini menerang
Terucap pula, kata – kata perpisahan
Kini hati dan pikiran sudah tidak lagi sejalan
Bimbang..
Hanya itu yang aku ucapkan
Entah siapa yang dapat kutanyai jawaban
Karena setiap kata dari mulut orang,
Tak sama layaknya hati yang selalu ingin tinggal

Jakarta, 20 Oct. 2015

Karena Hitam Bukanlah Putih

Yang aku tahu semua hanya sementara
Begitu pula dengan kebahagiaan yang ku terima
Tak ku rasakan cinta sepertinya sebelumnya
Semua berbeda..
Hanya ucapan selamat tinggal yang dapat dikata
Sebelum semua berubah menjadi petaka
Dan api mulai berbicara
Harus pula ku yakinkan, bahwa perpisahan memang sudah tercipta
Kita hanya manusia..
Ketika takdir berkata..
Kita bukan satu, bukan
Kita hanya terlarut dalam lubang hitam yang menjadikan semua seakan benar

Pada waktu yang tepat dan belum terlambat
Biarkan ku ucap, terimakasih..
Terimakasih untuk segala kebaikan serta perhatian yang membuat aku merasakan kenyamanan
Terimakasih telah menjadikan aku layaknya wanita sempurna, tanpa kekurangan ataupun kecacatan dalam segala hal
Terimkasih..
Terimakasih untuk segalanya
Kini biarkan aku pergi, melepas semua dengan kedewasaan
Dan biarkan aku melihat senyuman mu..
Ya, tersenyumlah, karena kepergianku takkan merubah segalanya

Jakarta, 16 Oktober 2015

Selamat Tinggal, Sayang

Tubuh ini sudah tak sekuat dulu
Begitu pun dengan raga yang semakin memberontak meminta istirahat
Tak ada tahu kapan
Hanya sang waktu yang dapat menjawab

Sedih memang, melihat dirimu tersenyum karenanya
Tapi apalah daya, tulang rusuk telah tercipta
Manusia hanya dapat berkata ‘ya’
Karena Tuhan memegang segalanya

Tatkala hujan dengan sambaran petir menerjang
Ketika kesendirian mulai menyerang
Dan akal sehat pun telah datang
Saat itu pula harus ku ucapkan
Selamat tinggal sayang

– Jakarta, 17 September 2015

Aku, Sendiri

Menunggu memang tidak seindah pelangi yang datang ketika rintik hujan mulai menghilang
Tidak juga secerah matahari terbit dari ufuk timur
Namun ketika cinta berkata semua murka menjadi sirna
Hingga seseorang tahu apa arti dari segalanya

Saat senyuman menjelma merasuk dalam kalbu hingga menuju kejiwa
Ketika seseorang sadar memang bukan ini saatnya
Harapan hanya terkubur hingga rotasi bumi tak lagi searah dengan putaran jarum jam
Dan pada akhirnya, semua cinta dan perubahan itu hanya akan aku yang merasakan
Sendiri
Sampai nanti, tetap sendiri

Then..write

Memang, terkadang apa yang kita inginkan tidak selalu sama dengan kenyataan
Banyak suka duka dalam menjalani kehidupan
Menjadikan diri seorang yang penuh dengan ambisi tidaklah mudah
Terlebih ketiak sudah datang sesorang yang membuatmu senang
Tak seperti pada umumnya, hari menjadi lebih berarti
Menit menjadi lebih cepat berlalu
Dan detik semakin terasa gerakannya

Tidak, cinta tidak seindah kata orang
Oh aku tahu, memang tak seindah itu tetapi cinta memiliki arti lebih mendalam
Ketika engkau jatuh dan lelah, cinta menjadikan kau lebih berarti dalam setiap hari yang kau jalani
Lelah tak menjadi alasan untuk menunda pertemuan
Waktu tidak menjadi halangan untuk pertemuan singkat

Lalu semua belalu menjadi kenangan semata
Seindah terbenamnya matahari
Seharum wangi hujan yang membuat tenang
Dan semua rusak bagaikan bumi menjadi duam terpisahnya kita menjadi kutub dan utara
Garis khatulistiwa menjadikan batas yang jelas antara hubungan yang telah menjadikan kita dewasa

Hari berganti membuat kita semakin tiada arti
Rindu menjadi keseharian
Tangisan pun pilu
Adil kah semua yang kita dapatkan untuk ini

Untuk Dia, Cinta

Paras elok dalam sebuah senyuman tak bisa dihilangkan
Seberapa besar kau berbicara menggambarkan siapa kau yang sebenarnya
Sebuah kebijakan yang dari jalan pikir seorang yang sudah tumbuh dewasa
Membuat apik kawan sebaya
Mereka sering berkata, “Tinggalkan ia yang membuat mu luka”
Memang, masih banyak orang di luar sana
Namun cinta tak pernah salah
Kepada siapa pun ia datang
Entah kapan waktu yang tepat
Apa daya, kita hanya manusia kita merasakan apa yang memang seharusnya Tuhan beri
Keindahan dalam sebuah rasa
Keagungan seseorang
Serta pencintraan yang dibuat oleh manusia
Semua dilakukan karena sebuah alasan
Entah itu baik ataupun buruk
Entah itu benar ataupun salah

Penah terpikir dalam besit kalian mengapa banyak orang di luar memutuskan hubungan?
Karena sudah tidak cocok? Alasan logis yang menjadi senjata terakhir
Bukan salah cinta karena ia datang kepada orang lain
Tapi salah manusia yang tidak dapat menjaganya
Bukan salah Tuhan memberi cobaan
Melainkan salah manusia yang tidak dapat tegar menghadapinya

Sesosok lelaki yang apik
Dengan senyuman manis di bibirnya
Dekap hangat peluknya menjadi semua kenyamanan tidak ingin hilang
Namun, mengapa hatinya tidak terbuka?
Bukan karena ia tidak memiliki rasa
Melainkan karena sudah terdapat seorang bidadari di dalamnya
Pintu sudah tertutup
Semua harapan kini menjadi kekecewaan
Padahal hati ini sudah terisi olehnya

Apa artinya memiliki namun tak dicintai?
Semua hanya angan yang tak akan menjadi nyata
Tak bisa aku memaksa
Karena pada akhirnya jawaban akan tetap sama
Cinta tidak dapat dipaksa